Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Juli 2018

7 Fakta Guru Dikenal Sebagai Pahlawan Tanpa Tanda Jasa



Istilah "Guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa" tidaklah menjadi hal yang asing di telinga kita. Mengingat bagaimana para guru berjuang membebaskan rakyat Indonesia dari kebodohan di tengah segala keterbatasan media, fasilitas, dan penjajahan.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pahlawan adalah: "Orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran". Secara sederhana, pahlawan tanpa tanda jasa adalah orang yang berani dan rela berkorban dalam membela kebenaran tanpa mengharapkan keuntungan pribadi. Berikut adalah 10 fakta mengapa guru dikenal sebagai pahlawan tanpa tanda jasa

1. Guru tidak hanya bekerja pukul 7 pagi hingga 3 siang saja, tetapi mereka pun bekerja di rumah apakah itu untuk mempersiapkan materi berikutnya, menyiapkan soal PR, remedial dan ulangan, atau memeriksa dan menilai tugas yang diserahkan oleh para siswa.

2. Menjadi guru bukan karena mereka tidak cukup pintar untuk bekerja di bidang lain yang lebih penting dipandang masyarakat, tetapi mereka menjadi guru karena ingin membuat hidup para anak muda lebih baik lagi.

3. Mereka tidak ingin melihat kegagalan siswanya. Karena sejatinya seorang guru ingin yang terbaik bagi siswanya dan melihat siswanya berhasil.

4. Mereka ingin melihat siswa-siswanya yang telah lulus menjadi orang yang produktif dan warga negara yang sukses dikehidupan selanjutnya.

5. Guru mengerti bahwa siswa sebagai individu dan siswa dalam kelas adalah berbeda, mereka terus belajar untuk mengerti kebutuhan masing-masing siswa.

6. Guru bekerja pada siklus yang tidak pernah berhenti kecuali apabila mereka berhenti mengajar, mereka bekerja keras untuk setiap siswanya dari titik A ke B dan memulai lagi yang baru di tahun ajaran mendatang.

7. Ikhlas tidak hanya menorehkan pendidikan formal yang fokus pada materi pembelajaran semata, namun guru juga menanamkan nilai-nilai moral kehidupan sehingga bisa diterima siswa agar dapat diaplikasikan dalam dunia nyata.

Apabila seorang guru memiliki dedikasi yang tinggi tehadap dunia pendidikan Indonesia, serta tak kenal lelah dan sepenuh hati dalam membimbing siswa, dan memiliki cita-cita yang luhur dalam memajukan pendidikan indonesia, memang beliau adalah "Pahlawan Tanpa Tanda Jasa"


4 Mata Pelajaran Yang Tidak Disukai Siswa



Penyajian metode pembelajaran yang menyenangkan bisa menentukan daya tarik siswa terhadap mata pelajaran yang diajarkan. Karena siswa dalam setiap kelas tidak bisa menyukai semua mata pelajaran, ada beberapa siswa yang tidak menyukai mata pelajaran tertentu. Berikut adalah bahasan mengenai 4 mata pelajaran yang tidak disukai siswa

Matematika

Mata pelajaran yang identik dengan itung-itungan ini adalah mata pelajaran yang paling banyak tidak disukai siswa di sekolah. Berhitung dengan cepat, menghafalkan rumus, buku yang penuh dengan angka adalah faktor utama yang membuat siswa merasa stres saat menghadapi mata pelajaran ini. Bagi siswa permainan angka lebih sulit dibandingkan dengan mendengarkan cerita dan kisah sejarah yang memang berhubungan dengan kehidupan secara real.

Kimia

Kebanyakan siswa menyebutkan bahwa kimia merupakan mata pelajaran tersulit. Alasannya karena mata pelajaran kimia melibatkan banyak simbol, terutama pada simbol atom maupun bahan kimia lainnya. Kesulitan ini juga dikarenakan pada jenjang sekolah sebelumnya tidak diajarkan hal-hal yang berkaitan dengan kimia.
Kesulitan dalam sisi hafalan yang dikombinasikan dengan berbagai macam rumus yang berhubungan dengan atom juga menjadi penyebab kimia masuk dalam kategori pelajaran yang tidak disukai.

Bahasa Inggris

Salah satu yang berpengaruh adalah kurangnya percaya diri. Banyaknya kosa kata baru dan struktur kalimat yang berbeda dengan bahasa Indonesia, membuat siswa malas dama mengikuti pelajaran ini. Saat menjelaskan guru menggunakan bahasa inggris, siswa tidak mengerti dengan apa yang disampaikan oleh guru tersebut, sehingga pelajaran yang disampaikan tidak dimengerti oleh siswa dan siswa enggan untuk mempelajari bahasa inggris lebih dalam.

Sejarah

Sejarah juga muncul dikalangan para siswa sebagai mata pelajaran yang tidak disukai, karena pembelajaran sejarah Indonesia masih kaku dan membuat sebagian besar siswanya mentok belajar dengan cara menghafal tahun, tempat, dan nama pahlawan tanpa mengerti gambaran besarnya. Cara belajar seperti ini cenderung membuat siswa bosan dan membuat siswa malas.

Dari pembahasan diatas semoga dapat menambah imformasi dan untuk para guru agar dapat menyampaikan pelajaran diatas dengan metode yang lebih baik lagi sehingga siswapun menyenanginya.

5 Tipe Siswa yang Selalu Diingat Guru



Bukanlah suatu pekerjaan yang sederhana saat menjalani peran sebagai seorang guru, karena menjadi guru berarti siap berinteraksi dengan berbagai macam karakteristik siswa. Semua siswa memiliki kesan masing-masing, mereka memiliki posisi tersendiri di hati para guru.
Berikut beberapa tipe siswa yang paling mudah diingat oleh guru

Pintar

Bukan hal baru lagi jika guru selalu mengingat murid yang pintar, murid yang pintar itu identik dengan murid yang baik dan tidak bandel, walaupun ada saja yang pintar tetapi bandel. Selain itu murid yang pintar biasanya selalu diikut sertakan dalam perlombaan antar sekolah, provinsi, dan lain-lain. Sehingga secara tidak langsung mereka mengharumkan nama baik sekolah.

Rajin

Guru pasti menyukai siswa yang rajin. Rajin mengumpulkan tugas, rajin ikut ekskul disekolah, rajin melaksanakan tugas piket dan lain-lain. Siswa yang rajin biasanya gampang diatur, tidak pernah membuat guru emosi dan membuat amarah memuncak.

Nakal

Setiap sekolah pasti memiliki siswa dengan karakter seperti ini, Bukan hanya guru, orang kantin, satpam sekolahpun pasti mengenal murid nakal. Apalagi pada siswa diusia pubertas dimana mereka memang tengah berada dalam fase labil. Setidaknya mereka menjadikan suasana kelas lebih 'berwarna' karna ulahnya yang membuat guru tak habis fikir, mengusili teman, ke kantin saat jam pelajaran, malas, tidur saat jam pelajaran, bahkan bolos.

Aktif

Siswa yang aktif dalam pembelajaran bisa mudah diingat oleh guru. Tidak pintar tetapi dia aktif dan terus belajar untuk bisa, tidak ada guru yang membenci siswa seperti ini dan tidak ada pula yang bisa menghindari rasa berkesan seorang guru pada siswa jenis ini. Saat guru memberikan kesempatan untuk bertanya, siswa jenis ini biasanya aktif bertanya bahkan ketika diberi tugas mereka aktif bertanya agar pekerjaannya tidak keliru.

Malas

Tipe siswa yang sering tidur dan bangun oleh peringatan guru juga merupakan siswa yang mudah diingat oleh guru. Tetapi jangan bangga karena diingat oleh guru lantaran sifat buruk bukan prestasi. Guru lebih menghormati siswa yang izin ke toilet untuk memcuci muka agar tidak ngantuk daripada siswa yang tertidur di kelas.

Banyak alasan kenapa siswa selalu diingat oleh guru, pintar, rajin, bandel, aktif, malas, dan sebagainya. Jangan lakukan hal yang bersifat negatif, banyak cara positif agar mudah diingat oleh guru.

Jumat, 13 Juli 2018

5 Alasan Siswa Malas Belajar



Semua orang berpotensi memiliki sifat malas, adanya sifat malas dalam diri seseorang itu lumrah. Yang tidak lumrah dialami seseorang apabila sikap malas itu berlebihan atau berkepanjangan. Malas berlebihan seperti itu memang perlu dihindari atau dicegah dalam diri seseorang, sebab malas berlebihan akan berdampak buruk terhadap pribadi seseorang. Berikut beberapa alasan mengapa sisa malas belajar:

Guru


Jika murid menyukai gurunya maka otomatis menyukai mata pelajarannya, terkadang murid mempunyai rasa dendam guru yang mereka tidak suka karna guru yang memberikan banyak tugas, cerewet, suka membandingkan dengan kelas yang lainnya dan sebagainya. Itulah yang membuat murid semakin merasa terdesak dan akan semakin malas untuk belajar.

Mata Pelajaran


Setiap siswa pasti memiliki perbedaan dalam menyukai mata pelajaran, ada yang menyukai mata pelajaran, ada yang menyukai mata pelajaran bahasa inggris, matematika, fisikadan sebagainya. Mereka menyukai mata pelajaran tersebut karena menurut mereka mudah untuk dipelajari. Dan saat mereka menghadapi mata pelajaran yang yang tidak disukai mereka enggan dan malas untuk mengikuti pelajaran tersebut.

Kurangnya Motivasi Anak Untuk Belajar


Banyak anak yang tidak tahu untuk apa mereka belajar bahkan bersekolah. Rutinitas pergi ke sekolah yang mereka jalani cenderung hanya merupakan kewajiban yang dipaksakan oleh orang tua. Mereka sama sekali tidak punya dorongan untuk belajar dalam dirinya, tak heran jika mereka lebih bermain yang memberikan hasil yang jelas bagi mereka, yaitu kenikmatan bagi mereka ketika bermain.
Untuk itu sebagai solusi orangtua perlu memberikan motivasi atau dorongan langsung pada anak-anak dengan keuntungan jelas yang bisa mereka nikmati atau penjelasan tentang kerugian jika anak-anak tidak belajar.

Kurangnya Dukungan Orangtua Dalam Belajar


Banyak anak-anak yang sukses dalam belajar meskipun fasilitas ataupun sarana belajar mereka kekurangan. Namun yang mendorong mereka sukses adalah dukungan orangtuanya secara langsung baik secara lisan maupun fisik. Orangtua harus bisa menemani anak-anaknya dalam belajar, mendengarkan keluh kesah anak-anak disekolah, tidak menyudutkan ketika prestasi belajarnya menurun.

Masalah Pribadi


Jangan pernah bosan untuk mengenali siswa secara personal, karakter siswa terbentuk pertama kali sejak dari rumah. Jika siswa malas maka perlu ditelusuri apakah ada masalah tertentu yang mengakibatkan siswa berperilaku demikian, misalnya masalah atau tekanan dari orangtua. Orang dirumah harus menjalin komunikasi yang baik dengan siswa.